Pembinaan Idiologi Dan Wawasan Kebangsaan Kec. Pajangan

Kamis Pon, 5 Oktober 2017 01:06 WIB ∼ 454

Foto Berita

Camat Pajangan Bersama Narasumber

Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Daerah D.I. Yogyakarta mengadakan pembinaan Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kecamatan Pajangan Bantul, Selasa (3/10/2017). Dalam kesempatan Ini Camat Pajangan Yulius Suharta, S.Sos, M.Si. dalam membuka acara ini menyampaikan, “atas nama Pemerintah Kecamatan Pajangan berterima kasih kepada Kesbangpol DIY telah mengadakan pembinaan Idiologi Pancasila dan wawasan Kebangsaan di Pajangan. Perkembangan zaman sangat pesat dan mempengaruhi keberadaan Pancasila sebagai Idiologi Pancasila dan tertuamg di dalam pembukaan UUD 1945. “Pembinaan dan penguaatan Idiologi Pancasila dan wawasan kebangsaan perlu di kuatkan kembali. Dengan adanya pembinaan Pancasila dan UUD 1945 ini nanti agar bisa diinformasikan kepada masyarakat, Idiologi Pancasila sebagai Idiologi bangsa Indonesia. Idiologi Pancasila merupakan gagasan gagasan pendiri bangsa Indonesia., Sila 1 sampai 5 menggambarkan mengembangkan keadaan masyarakat bangsa Indonesia.” “Kita harapkan dari Bapak nara sumber dapat memberikan wawasan dan pengetahuan Pancasila dan wawasan Kebangsaan sehingga kita dan generasi muda memegang dan mengamalkan Idiologi dan wawasan kebangsaan. Pancasila menjadi karakter bangsa Indonesia, jangan sampai ada kemiskinan karakter. Adanya penawaran program masyarakat penanggulangan kemiskinan kami harpkan masyarakat menerapkan karakter Idiologi Pancasila.” “Kita perlu sampaikan Pemerintah Kab. Bantul saat ini sedang melakukan pemutakhiran data kemiskinan agar bantuan program kemiskinan benar benar sampai kepada yang berhak. Data ini menjadi validasi, upaya pemberdayaan merupakan usaha dari Pemdes. hingga Kab. Bantul. Angka kemiskinan Pajangan masih tinggi, warga miskin dan sangat miskin 34 % dari jumlah penduduk di Pajangan. Kami berharap karakter masyarakat Pajangan tidak miskin namun menjadi daya juang untuk karakter yang bisa melawan kemiskinan di Pajangan. Mari kita kuatkan kembali Idiologi Pancasila sebagai dasar Negara”, ujarnya. Pembinaan diawali oleh Kepala Kantor Kesbangpol Kab. Bantul Heru Wismantara. Ia menjelaskan, “Pembinaan Idiologi Pancasila perlu ditanamkan kepada generasi muda. Sekecil apa pun tindakan kita jangan sampai mengurangi penanaman Idiologi Pancasila dan rasa cibta tanah air. Konteks bersatu berdaulat adil dan makmur, harus kita benar-nenar siap membangun negara Indonesia. Kami mengajak untuk merajut kembali Idiologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan agar negara kita lebih berdaulat.” “Komponen Sishamkanrata, komponen inti TNI Polri dan komponen pendukung Linmas, organisasi masyarakat dan lainnya. Semua masyarakat kita bisa digerakkan untuk mempertahankan Negara, hal ini merupakan salah satu nilai Kebangsaan kita. Undang-Undang Desa dibuat juga untuk pemulihan perekatan plersatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Meneguhkan Kebhinikaan. konsep ini kita kuatkan untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Kita patut bersyukur kita masih bisa mengibarkan bendera merah putih yang ke 72. Kita perlu waspada ada usaha untuk pelemahan Pancasila. Presiden Soekarno pernah mencetusan revolusi mental, revolusi Budaya dan pada Pemerintahan presiden Jokowi mencetuskan Nawacita untuk mebangun Bangsa Indonesia”, tuturnya. Agus Sumartono Komisi A DPRD DIY mengatakan, “acara ini awalnya usulan dari komisi A DPRD DIY untuk menyegarkan kembali ilmu pengetahuan dan wawasan Pancasila kepada masyarakat. Pancasila ibarat sebagai udara yang penting untuk kehidupan dan jangan sampai kita membeli udara untuk hidup. Pancasila dicetuskan oleh bangsa Indonesia dari nilai nilai kebangsaan Bangsa Indonesia sendiri yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno.” “Indonesia memperoleh penghargaan dalam menanggulangi bencana dari PBB karena nilai gotong royong,saling bantu membantu, tolong menolong yang terdapat dalam Pancasila digunakan untuk menangulangi bencana. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural dengan berbagai macam suku bangsa dan bahasa. Pancasila adalah salah satu perekat untuk mempersatukan bangsa Indonesia. Mari kita jaga dan amalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari kita”, pungkasnya. Ketua Komisi A DPRD Kab. Bantul Amir Syarifudin, “Nilai nilai kebangsaan di DIY mulai berkurang, banyak kasus kenakalan remaja. Indonesia kaya akan sumber daya alam yang menarik Negara lain, sehingga perlu kita kuatkan kembali Idiologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat.” “Idiologi Pancasila sangat sesuai dengan bangsa Indonesia yang memiliki beragam suku, bahasa dan agama. Upaya merubah Idiologi bangsa harus kita perangi. Intisari dari Pancasila adalah gotong royong”, ujarnya. Hastangka, S.Fil., M.Phil peneliti Pusat Studi Pancasila UGM menjelaskan, “istilah frasa 4 pilar kebangsaan sudah diuji materi di Mahkamah Konstitusi dan dengan amar putusan Nomor:100/PUU-XI/2014 hasilnya membatalkan frasa 4 pilar berbangsa dan bernegara dalam Pasal 34 ayat (3b) huruf a Undang-Undang Nomor 2 tahun 2011 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008. Hal ini didasari atas penyebutan 4 pilar kebangsaan yang seolah olah setara dan menimbulkan kesalah Paiman di masyarakat.” “Pancasila merupakan Dasar Negara Indonesia. Pancasila sebagai kehidupan bernegara, wujud kongkritnya dengan pembuatan perturan perundang-undangan di negara Indonesia. Pancasila diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat. Intisari Pancasila memang gotong royong. Generasi dulu dan sekarang berbeda, banyak generasibmuda yang kurang mengamalkan Pancasila dalam kehidupan.” “Mata pelajaran Pancasila SD, SMP dan SMA sudah hilang dan digantikan dengan PKN. 17 tahun reformasi perlu dimasukkan mata pelajaran Pancasila dalam pelajaran mereka. Kita kehilangan nilai-nilai kependidikan, pentinganya acara ini untuk penyegaran pemguatan nilai nilai kebangsaan dan wawasn Kebangsaan kembali. Pemuda Karang Taruna perlu menghayati dan menguatkan kembali mengamalkan Pancasila. Perguruan tinggi sudah wajib mengajarkan pendidikan Pancasila, kita harapkan kembali pendidilan dari SD hingga SMA diadakan kembali untuk menanamkan dan menguatkan nilai nilai Pancasila. Karang Taruna di Kab. Bantul juga diharapkan dalam mengembangkan dan menanamkan pendidikan Pancasila dapat diberikan kepada masyarakat”, katanya. Hadir dalam acara ini Kesbangpol DIY Drs. Heri Priyono Kasubdit Bina Idiologi Badan Kesbangpol DIY, Ketua Komisi A DPRD Kab. Bantul Amir Syarifudin ( F PKS), Agus Sumartono Komisi A DPRD DIY, Hastangka, S.Fil., M.Phil peneliti Pusat Studi Pancasila UGM, Stephanus Heru Wismantara, SIP, MM Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Bantul, Kanit Binmas Polsek Pajangan Aiptu Samija, Bhabinkamtibmas Desa Sendangsari Aiptu Tetepana, Koramil Pajangan Peltu Yohanes A. Rasul dan Babinsa Koramil Pajangan. Rapat juga diikuti Ketua TP.PKK Desa Sendangsari Suprihatin, S. E., Ketua TP.PKK Desa Triwidadi Zeni Pujiastuti, S.P., Ketua Karang Taruna Seta Jalanidhi Timur Muhammad Mujib Azzuhri, kader PKK dan tokoh masyarakat Pajangan sejumalh ± 30 orang.

Puskesmas
di Kecamatan Pajangan

Puskesmas Pajangan

Puskesmas Pajangan

Jl Benyo, Pajangan, Sendangsari, Bantul
0274-7101300

Komando Rayon Militer Pajangan

Koramil / Komando Rayon Militer Pajangan

Jalan Raya Pajangan no 10, Kunden, Sendangsari, Pajangan, Bantul
088806400539

Kepolisian Sektor Pajangan

Polsek / Kepolisian Sektor Pajangan

Jalan Raya Pajangan Km. 01 No. 152
0811-2583-235

Kantor Urusan Agama Pajangan

KUA / Kantor Urusan Agama Pajangan

Kunden, Sendangsari, Pajangan, Bantul
0274-6461696