Melestarikan Tradisi Nguras Sendang Angin-Angin di Padukuhan Guwo Triwidadi

Pajangan, Selasa 25 Agustus 2026 – Kapanewon Pajangan kaya akan tradisi dan budaya. Salah satunya adalah tradisi “Nguras Sendang Angin- Angin” di Padukuhan Guwo Triwidadi. Tradisi ini rutin dilakukan setiap tahun pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

 

Pada hari ini, Selasa 15/08/2026 atau 12 rabiul awal 1448 Hijriyah kembali dilaksanakan tradisi “Nguras Sendang Angin- Angin”. Acara turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Bantul H Sapto Sarosa dan Nur Huda Waskita, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan), Dinas Pariwisata, Dinas Kominfo, Panewu dan Jajaran Forkompimkap Pajangan, Lurah dan Jajaran Pamong Kalurahan Triwidadi, ketua Bamusakal, Ketua dan Pendamping Desa Budaya, Dukuh Guwo dan sekitarnya, serta tokoh Masyarakat padukuhan Guwo Triwidadi.

 

Kepala Seksi Warisan Budaya Tak Benda Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Bantul Anas Tri Susanto, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada warga masyarakat padukuhan Guwo Triwidadi yang terus melestarikan tradisi. Lebih dari sekedar ritual membersihkan sumber mata air, tradisi turun-temurun ini menjadi wujud rasa Syukur atas kelimpahan air sekaligus pengingat pentingnya kebersamaan dan gotong royong. Tradisi “Nguras Sendang Angin- Angin” telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) pada tahun 2025.

 

Lurah Triwidadi Slamet Riyanto berharap adanya dukungan seluruh pihak untuk membangun kawasan bukit sendang angin-angin, sehingga bisa meningkatkan perekonomian warga melalui sektor pariwisata dan budaya [DN]